Sabtu, 10 Februari 2018

BURUK DI BELAKANG , BAIK DI DEPAN

        Bahasan ini agak sulit untuk dibahas bagi aku, karna aku gak memungkiri fakta bahwa aku juga sering baik di depan dan di dibelakang orang bener bener ngatain seburuk buruknya...
Mencoba untuk berubah sedikit demi sedikit.
Susah, ya memang susah .
Ketika kumpul bareng, kalo gak ada bahasan menarik ya pasti ujung ujungnya entah siapa yang memulai pasti ngomongin orang, pura pura gak denger dan berusaha diam juga tapi telinga ini tetep aktif dan diam diam menguping apa yang teman kita gosipkan...

Korbannya bisa jadi selebritis yang lagi ada scandal, ataupun gak jauh jauh ya temen satu gengnya sendiri yang kala itu gak ikut ngumpul bareng. Tapi pas kumpul lagi mereka akur seolah-olah gak ada apa apa. Sungguh pertemanan yang sadis.

Ingat, ketika kita berkumpul dengan sekelompok orang yang suka membicarakan aib orang lain atau aib temannya sendiri, bisa jadi jika sekalinya kita tidak ikut berkumpul kita lah yang akan jadi bahan gosipannya.

Terkadang ada rasa bersalah yang bener bener teramat dalam ketika kita ikut membicarakan aib teman kita tanpa sepengetahuannya di belakang dan ketika kita bertemu di depan bersikap seolah kita lah teman terbaiknya. Dan lebih parahnya lagi jika kita butuh pertolongan terkadang dia juga yang pernah kita gunjingkan yang akan menolong kita. Disitu aku ngerasa kayak seolah olah aku itu bener - bener munafik.

Di dalam pandangan islam sendiri jika kita menggunjingkan teman atau siapa saja berarti kita sama dengan memakan bangkai manusia itu sendiri. Ya diibaratkan seperti itu, sungguh mengerikan. Mulutmu harimaumu !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar